Selasa, 03 Juli 2012

puasa


Puasa
saumu” (puasa) menurut bahasa Arab adalah “menahan dari segala sesuatu” seperti makan, minum, nafsu, dan bebicara yang tidak bermanpaat. menurut istilah agama islam yaitu “menahan diri dari sesuatu yang membatalkan satu hari lamanya, mulai terbit fajarsampai terbenam matahari dengan niat dan beberapa syarat.
Puasa ada empat macam
1.       Puasa wajib, yaitu puasa bulan Ramadan, puasa kfarat, dan puasa nazar.
2.       Puasa sunah.
3.       Puasa makruh.
4.       Puasa haram, yaitu puasa pada Hari Raya Idul Fitri, hari raya haji dan tigahari sesudah hari raya haji , yaitu tanggal 11-12 dan 13
Puasa Ramadan diwajibkan atas tiap orang dari salah satu ketentuan sebagai berikut:
1.       Dengan melihat bulan bagi yang melihat sendiri.
2.       Dengan mencukupi bulan Sya’ban tiga puluh hari.
3.       Dengan adanya melihat (ru’yat)yang di persaksikan oleh seorang yang adil di muka bumi
4.       Dengan kabar mutawatir, yaitu kabar orang banyak, sehingga mustahil mereka akan dapat berdusta
5.       Percaya pada orang yang melihat
6.       Tanda-tanda yang biasa dilihat untuk memberitahukan kepada orang banyak
7.       Dengan ilmu hisapatau kabar dari orang ahli hisab (ilmu bintang)
Syarat wajib puasa
1.       Berakal.
2.       Balik.
3.       Kuat berpuasa.
Syarat sah puasa
1.       Islam
2.       Mumayiz (dapat membedakan yang baik dan buruk)
3.       Suci dari darah haid (kotoran) dan nifas (darah sehabis melahirkan)
4.       Dalam waktu yang di perbolehkan
Fardu (rukun) puasa
1.       Niat
2.       Menahandiri dari segala yang membatalkan sejak terbit fajar dan terbenam matahari
Yang membatalkan puasa.
1.       Makan dan minum
2.       Muntah yang disengaja
3.       Bersetubuh
4.       Gila
5.       Keluar mani dengan sengaja
Boleh berbuka
1.       Orang yang sakit apabila tidak kuasa berpuasa, atau berpuasa dia akan sakiat dan tubuhnya tidak akan sembuh
2.       Orang yang dalam perjalanan jauh kira-kira 80,640 km tapi dia wajib mengqada puasa yang ditinggalkan
3.       Orang tua yang sudah lemah tapi wajib fidyah (sedekah) tiap hari ¾ liter beras atau yang sama dengan itu
4.       Orang hamil dan menysui anak  tapi mereka wajib mengqada serta wajib fidiyah

Haji
        Asal maknanya adalah “menyengaja sesuatu”. Menurut syara ialah “sengaja mengunjungi Ka’bah (Rumah Suci) untuk melakukan beberapa amal ibadah, dengan syarat yang tertentu.

Permulaan wajib haji
        Pendapat ulama dalam hal menentukan permulaan wajib haji ini tidak sama; sebagian mengatakan pada tuhan keenam Hijriah, yang lain mengatakan pada tahun ke Sembilan Hijriah.

Syarat wajib haji
1.       Islam
2.       Berakal
3.       Balik
4.       Kuasa

Pengertian mampu itu ada dua macam
1.       Mampu mengerjakan haji dengan sendirinya, dengan beberapa syarat sb:
a.       Mempunyai bekal yang cukup untuk pergi ke mekkah dan pulang
b.      Ada kendaraan yang pantas .syarat ini bagi orang yang jauh dari mekkah adalah dua marhala (80,640 km)
c.       Aman dalam perjalanan
d.      Syarat bagi perempuan hendaknya pergi dengan mahramnya
2.       Kuasa mengerjakan haji yang bukan dikerjakan oleh yang bersangkutan, tetapi dengan jalan menggantikan dengan orang lain. Umpamanya orangyang sudah meninggal dunia, sedangkan sewaktu hidupnya sudah mencukupi syarat wajib haji, maka haji nya wajib dikerjakan dengan orang lain.

Haji anak-anak dan hamba
                Anak-anak yang belum balik dan hamba keduanya sah mengerjakan haji dan umrah. Amal keduanya menjadi amal sunah. Apabila anak sudah sampai umur dan hamba sudah merdeka, maka keduanya wajib haji kembali, karena orang wajib haji hendaknya dikerjakan oleh orang yang balik, berakal, dan mardeka.

Tingakat haji
Haji dipandang dari tingkat syarat-syaratnya mempunyai lima tingkatan:
1.       Sah semata-mata. Syaratnya: islam. Maka sah haji anak-anak walaupun belum mumayiz dengan pimpinan waliny.
2.       Sah mengerjakan sendiri syaratnya islam dan mumayiz
3.       Sah untuk haji yang di nazarkan . syaratnya baliq, islam dan berakal.
4.       Sah menjadi bayaran fardu islam (kewajiban sekali seumur hidup) saratnya baliq, islam, berakal, dan mardeka
5.       Wajib. Syaratnya baliq, islam, berakal, mardeka, dan kuasa.

Rukun haji
1.       Ihram (berniat mulai mengerjakan haji dan umrah)
2.       Hadir di padang arafah pada waktu yang di tentukan, yaitu mulai dari tergelincir matahari  (waktu lohor) tanggal 9 bulan Haji sampai terbit 10 bulan Haji. Artinya, orang yang sedang mengerjakan haji itu wajib berada di padang arafah pada waktu itu.
3.       Tawaf (berkeliling Ka’bah). Tawab rukun ini dinamakan “tawab Ifadah”
Syarat tawaf
a.       Menutup aurat.
b.      Suci dari hadas dan najis
c.       Ka,bah hendaklah disebelah kiri orang yang tawaf.
d.      Permulaan tawaf itu hendaklah dari hajar haswat
e.      Tawaf itu hendaklah tujukali
f.        Tawaf itu hendaklah di dalam masjib karena Rasulullah saw melakukan tawaf didalam mesjib .
Niat tawaf
                Tawaf yang terkandung dalam ibadah haji tidak wajib niat karena niatnya sudah terkandung dalam niat ihram haji. Tetapi kalau tawaf itu tersendiri bukan dalam ibadah haji seperti tawaf wadah  (tawaf yang akan meninggalkan mekah ) maka wajib berniat. Niat tawaf ini menjadi syarat sahnya tawf itu.
Macam-macam tawaf
a.       Tawaf qudum (tawaf ketika baru sampai) sebagai salat thayatul masjib
b.      Tawaf ifadah (tawaf rukun haji)
c.       Tawaf wadah (tawaf ketika hendak meninggalkan mekah)
d.      Tawaf tahallul (penghalalan barang yang haram karena ihram)
e.      Tawaf nazar (tawaf yang sudah di nazarkan )
f.        Tawaf sunah
4.       Sa,I (berlari-lari kecil antara bukit Safah dan Marwah)
Syarat-syarat sa,i
a.       Hendaknya dimulai dari bikit Safa dan diakhiri di bukit Marwah.
b.      Hendaklah Sa,I itu tuju kali
c.       Waktu Sa.i itu hendaklah sesudah tawaf ,baik tawaf rukun atau pun tawaf qudum
5.       Mencukur atau menggunting rambut. Sekurang-kurangnya tiga helai
6.       Menertipkan rukun-rukun itu

Beberapa wajib haji
Perkataan” wajib “ dan  “rukun” biasanya berarti sama, tetapi dalam urusan haji ada perbedaansebagai berikut:
1.       Rukun: sesuatu yang tidak sah haji melankan dengan melakukannya dan ia tidak boleh diganti dengan “dam” (menymbelih binatang)
2.       Wajib: sesuatu yang perlu dikerjakan tetapi sah nya haji tidak bergantung padanya, dan boleh diganti dengan menymbelih binatang.

Ketentuan tempat (makani)
a.       Mekah ialah miqat (tempat ihram) orang yang tinggal di Mekah. Berarti orang yang tinggal di mekah hendaklah ihram dari rumah masing-masing
b.      Zul-Hulaifah ialah miqat (tempat ihram) orang yang datang dari arah madinah dan negeri-negeri yang sejajar sejajar  dengan madinah
c.       Juhfah ialah miqat(tempat ihram) datang dari arah syam, mesir, maqribi, dan negri-negri yang  sejajar dengan negri-negri tersebut. Kampung itu sekarang telah rusak, kampong yang dekat padanya ialah Rabiq orang-orang yang datang  dari negri-negri tersebut sekarang mulai ihrah apabila ia telah melalui atau sejajar dengan rabiq.
d.      Yalamlam adalah nama suatu bukit dari beberapa bukit tuhamah. Bukit bukit ini adalah mikat orang yang datang dari arah yaman, india, Indonesia, dan negri- negri yang sejajar dengan  negri tersebut. Orang-orang yang datang dari Indonesia dan india, apabila kapal mereka telah setentang dengan bukit  yalamlam merekah telah wajib ihram.
e.      Qurnul Manazil adalah nama sebuah bukit jauh kira-kira 80,640 km dari mekah. Bukit ini merupakan miqat orang yang datang dari arah Najdil-yaman  dan najdil Hijaz serta orang-orang yang datang dari negri-negri yang sejajar dengan itu
f.        Zatu’irqin adalah nama kampong yang jauh nya kira-kira 80,640 km dari mekah. Kampong ini merupakan miqat bagi orang yang datang dari irak dan negri yang sejajar dengan itu
·         Berhenti di mazdalifah sesudah tengah malam, dimalam hari raya haji sesudah hadir di padang arafah. Maka apabila ia berjalan dari muzdalifah tengah malam , ia wajib membayar dendah
·         Melontar tiga jumbrah
Jumbra yang pertama, kedua, dan ketiga (jumbrah aqabah) dilotar pada tanggal 11-12-13 bulan haji. Tiap-tiap jumbrah dilotarkan dengan tujuh batu kecil. Waktu melontar ialah sesudah tergelincir matahari pada tiap-tiap hari.
Orang yang sudah melontar pada hari pertama dan kedua, kalau ia ingin pulang, tidak ada halangan nya lagi. Kewajiban bermalam pada malam ketiga dan kewajiban melontar pada hari raya ketiga, hilang darinya.

Syarat melontar
a.       Melontar dengan tujuh batu, dilontarkan satu persatu .
b.      Menertipkan tigah jumbrah, kemudian dimulai dari jumbrah yang pertama (dekat masjib khifa) kemudian yang di tengah dan sesudah itu yang akhir (jumbrah aqabah)
c.       Alat untuk melontar adalah batu (batu kerikil) tidak sah melontar dengan selain batu. Orang yang berhalangan tidak dapat melontar, sedangkan halangan itu tidak ada harapan akan hilang dalam masa yang ditentukan untuk melontar, maka orang tersebut hendaklah mencari wakit sekalipun dengan cara mengupah. Orang yang tidak melontar sehari atau dua hari harus menggantinya pada hari lain asal masih dalam masa yang ditentukan untuk melontar yaitu tanggal 10-13
d.      Bermalam di Minah beralasan perbuatan Rasulullah Saw
e.      Tawaf Wadah (tawaf meninggalkan mekah)
f.        Menjauhkan diri dari segala larangan atau yang di haramkan (muharramat).

Beberapa sunah haji
1.       Ifrad
Cara mengerjakan nya haji dan umrah ada tiga cara:
a.       Ifrad yaitu ihram untuk haji saja dahulu dari miqat-nya terus diselesaikan nya perkerjaan haji, kemudian ihram untu umrah serta terus mengerjakan haji, berarti dikerjakan satu-persatu dan didahulukannya haji inilah yang dinamakan ifrad, yang lebih baik dari dua cara yang lain.
b.      Tamattu yaitu mendahulukan umbrah dari pada haji dalam waktu haji. Caranya: ihram mula-mula untuk umrah dari miqat negerinya; diselesaikan semua urusan umrah, kemudian ihram lagi dari mekah untuk haji.
c.       Qiran yaitu dikerjakan bersama-sama caranya: seorang melakukan ihram untuk keduanya pada waktu ihram haji, dan mengerjakan sekali urusan haji. Urusan umrah dengan sendirinya termasuk dalam perkerjaan ibadah haji.
2.       Membaca talbiyah dengan suara yang keras bagi laki-laki. Bagi perempuan hendaklah diucapkan sekedar terdengar oleh telingahnya sendiri.
3.       Berdo’a sesudah membaca talbiyah
4.       Membaca zikir sewaktu tawaf
5.       Salat dua rakaat sesudah tawaf
6.       Masuk ke ka,bah.

Beberapa larangan ketika ihram
·         Yang  dilarang bagi laki-laki
1.       Dilarang memakai pakaiyan yang berjahit, baik jahit biasa atau bersulam, atau diikatkan pada ujung nya. Yang  dimaksub adalah tidakboleh memakai pakaiyan  melingkungi badan ( seperti sarung). Yng di perbolehkan adalah kain panjang, kain basah, atau handuk. Boleh juga memakai kain tetapi harus dalam keadaan mendesak, seperti panas atau dingin tetapi ia harus membayar dendah (dam).
2.       Dilarang menutup kepala, kecuali karena suatu keperluan, maka diperlukan, tetapi ia wajib membayar denda (dam)
·         Yang dilarang bagi perempuan
                Dilarang menutup muka dan dua tapak tangan, tetapi dalam keadaan mendesak, tetapi diwajibkan membayar fidyah.
·         yang dilarang bagi keduanya
1.       dilarang memakai wangi-wangian.
2.       Dilarang menghilangkan rambut atau bulu badan
3.       Dilarang memotong kuku
4.       Dilarang bersetubuh
5.       Dilarang merburu atau membunuh binatang

Umrah
Hukum umbrah adalah fardu,ain atas atas tiap-tiap orang laki-laki atau perempuaan.

Rukun umrah ada lima
1.       Ihram serta berniat.
2.       Tawaf (berkeliling) ka’bah.
3.       Sa’I diantara bukit safa dan marwah
4.       Bercukur atau bergunting sekurang-kurangnya tiga helai.
5.       Menertipkan  keempat rukun itu.
Miqat umbrah
·         Mikat zamani (ketentuan masa) yaitu sepanjang tahun boleh ihram untuk umbrah.
·         Mikat makani (ketentan tempat ), seperti haji, berarti tempat ihram haji yang telah lalu itu juga tempat ihram umrah. Kecuali bagi yang bermaksub umbrahdari kekah ,hendaklah ia keluar dari tanah haram ke tanah halal. Jadi miqat bagi orang yang di mekah adalah tanah halal.
Wajib
1.       Ihram dari miqat-nya
2.       Menjauhkan diri dari segala muharramat atau  larangan umrah, yang banyaknya sama dengan muharramat atau larangan haji.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar